Saat-saat Terakhir
Saat-saat terakhir dalam hidupnya adalah tahun 2000-2001. Penyakit hipertensi dan diabetes menggerogoti kegagahannya semasa muda.
Dan akhirnya Tuhan bersedia memanggil Bapak Andreas Miniman pada tanggal 31 Januari 2001, ketika semua anak-anaknya sudah pulang dan berkumpul. Sebuah kematian yang tentu saja ditangisi oleh istrinya, Sri Rahayu ( yayuk ) dan anak-anak tercintanya.
Namun ada yang istimewa dan tak disangka banyak orang. Pada saat hari penguburannya, jalanan di sepanjang Lempongsari sangat padat bahkan sampai ke jalan raya.
Dan akhirnya Tuhan bersedia memanggil Bapak Andreas Miniman pada tanggal 31 Januari 2001, ketika semua anak-anaknya sudah pulang dan berkumpul. Sebuah kematian yang tentu saja ditangisi oleh istrinya, Sri Rahayu ( yayuk ) dan anak-anak tercintanya.
Namun ada yang istimewa dan tak disangka banyak orang. Pada saat hari penguburannya, jalanan di sepanjang Lempongsari sangat padat bahkan sampai ke jalan raya.
